Assalamu alaikum ww.
Setiap orang diberi kemampuan berfikir oleh Allah swt. Persoalan pribadi, keluarga masyarakat dll perlu dipecahkan dengan berfikir. Namun, kemauan berfikir saja belum cukup. Perlu ada kemauan, bahkan kemauan dan kemampuan berfikir itupun belum cukup memadai untuk memecahkan persoalan. Perlu satu hal lagi, yaitu kedewasaan dalam berfikir. Boleh jadi seseorang sudah tua, berpendidikan tinggi dan pandai memutar pikiran.
Berfikir dewasa merupakan suatu kebutuhan. Bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan pribadi, melainkan juga untuk memecahkan permasalahan Ummat.
Seseorang disebut berfikir dewasa apabila ia berfikir dengan kerangka berikut:
1. Menggunakan tolok ukur yg jelas. Dalam persoalan hukum tolak ukurnya adalah hukum syara.
2. Bersifat husnu zhan ketika berhadapan dg kaum mukmin dan lakukan tabayyuk(diCek)ketika kebenaran sesuatu diragukan. Jangan sediakan tempat bagi prasangka buruk(su 'uzhan)terhadap org lain.
3. Berfikir positif dalam sikap. Artinya, selalu berupaya untuk melihat sesuatu dr sudut baik mencari hikmah dari kegagalannya , terus melakukan evaluasi dan korekri terhadap tindakan yang mendatangkan ketakberhasilan.
4. Memadukan gaya berfikir negatif dg gaya berfikir positif dalam memecahkan persoalan-persoalan mubah, baik strategi, teknis atau sebagai pisau.
5. Penuh keTakwaan. Allah swt berfirman:"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah" kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya"Qs. Ali-Imbran{5}:159
Berfikir dewasa merupakan salah satu potensi hidup yang dikaruniakan Allah swt kepada manusia. Namun, berfikir dewasa tidak dapat jadi dengan sendirinya. Perlu keinginan kuat dan upaya sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Satu-satunya kunci yang dapat mencapainya adalah "Berfikirlah dewasa sejak sekarang
Setiap orang diberi kemampuan berfikir oleh Allah swt. Persoalan pribadi, keluarga masyarakat dll perlu dipecahkan dengan berfikir. Namun, kemauan berfikir saja belum cukup. Perlu ada kemauan, bahkan kemauan dan kemampuan berfikir itupun belum cukup memadai untuk memecahkan persoalan. Perlu satu hal lagi, yaitu kedewasaan dalam berfikir. Boleh jadi seseorang sudah tua, berpendidikan tinggi dan pandai memutar pikiran.
Berfikir dewasa merupakan suatu kebutuhan. Bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan pribadi, melainkan juga untuk memecahkan permasalahan Ummat.
Seseorang disebut berfikir dewasa apabila ia berfikir dengan kerangka berikut:
1. Menggunakan tolok ukur yg jelas. Dalam persoalan hukum tolak ukurnya adalah hukum syara.
2. Bersifat husnu zhan ketika berhadapan dg kaum mukmin dan lakukan tabayyuk(diCek)ketika kebenaran sesuatu diragukan. Jangan sediakan tempat bagi prasangka buruk(su 'uzhan)terhadap org lain.
3. Berfikir positif dalam sikap. Artinya, selalu berupaya untuk melihat sesuatu dr sudut baik mencari hikmah dari kegagalannya , terus melakukan evaluasi dan korekri terhadap tindakan yang mendatangkan ketakberhasilan.
4. Memadukan gaya berfikir negatif dg gaya berfikir positif dalam memecahkan persoalan-persoalan mubah, baik strategi, teknis atau sebagai pisau.
5. Penuh keTakwaan. Allah swt berfirman:"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah" kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya"Qs. Ali-Imbran{5}:159
Berfikir dewasa merupakan salah satu potensi hidup yang dikaruniakan Allah swt kepada manusia. Namun, berfikir dewasa tidak dapat jadi dengan sendirinya. Perlu keinginan kuat dan upaya sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Satu-satunya kunci yang dapat mencapainya adalah "Berfikirlah dewasa sejak sekarang
No comments:
Post a Comment