Sunday, 27 September 2015

Dialah Bidadari Surga



                                                       Cerpen : Dialah Bidadari Surga 
                                                       Karya   : Nurani Puji Islami








Dalam hinaan, dalam cacian, tetap saja dia tak marah. Kesabaran menyelimuti hatinya. Entah, terbuat dari apa wanita itu? Wanita yang tegar, dan tak pernah menangis dengan keadaan yang menimpanya. 
Setiap ia melangkahkan kakinya, banyak orang menghinanya. Aku hanya terdiam melihat dia, dia dengan pakaiannya yang panjang dan lebar, hijab yang panjang menghiasi kepalanya. Tak manis rupanya, Kulit hitam yang ada pada dirinya. Namun, hati yang putih ku yakin ada padanya. 

Terkadang aku merasa heran mengapa ia tak pernah sedikitpun marah dengan cacian dan hinaan menimpanya. Di kampus itu, di kelas itu, bahkan di tempat manapun. 
Aku juga merasa heran, mengapa teman-temanku juga ikut memakinya. Apa karena dia tak manis, apa karena dia juga tak cantik? 
Dia selalu bersikap baik terhadap teman-teman. Namun sayang, balasan dari teman-teman tak sebaik apa yang dilakukannya. Banyak orang yang menertawai wajah polosnya itu. Hingga pada saat ia terjatuh karena keusilan teman kampus aku pun lah yang menolongnya.

"Astagfirullah" Sebutnya.
"Kau tak apa?"
"Saya tak apa, terima kasih (senyum)"

Lagi-lagi dia tersenyum, tak ada keluh kesah yang ada ada wajahnya. Dia sangat sabar, aku tertarik melihatnya. Hatiku selalu merasa kagum padanya. Aku pun juga iri kepada mengapa aku tak setegar dia ketika masalah menimpaku. 

_____________________________

Pagi telah menyapa, dimana kegiatan rutin yaitu kuliah yang siap ku jalani hari ini. 
Namaku Liana Berliana, Kuliah adalah kesibukanku. Saat ini aku telah menjalani kuliah di Universitas Negeri. Cita-citaku ialah menjadi doter specialis kandungan. Alhamdulillah, cita-cita itu sedikit lagi aan tercapai. 

Pagi itu.. 
kulihat dia sedang berjalan menuju perpustakaan, melihat hijab yang ada pada kepalanya sangat ingin aku menutupi kepalaku juga. Aku ingin belajar tentang cara berhijab yang benar kepadanya. Hingga pada saat itu aku berani mulai menyapanya, tak peduli aku dianggap apa nantinya oleh teman-temanku. Tak peduli meraka akan menertawaiku juga.

"Assalamualaikum Mutia?"
"Waalaikum salam Lian (senyum)"

Mutia Ramadhan Namanya, Wanita yang selama ini ku ceritakan. Wanita yang tegar, sabar, dan selalu ikhlas akan cobaan yang menimpanya. 

"Bolehkah saya duduk disini?"
"Silahkan Lian, kau baca apa?"

Ku tutupi bukuku dengan tanganku, karena aku malu dengan wanita itu.

"Subhanallah, kau ingin berhijabkah?"
"Ajari saya berhijab yang benar Mutia"
"Akan saya ajari Lian, Mari ikut saya" Ajaknya.

Aku pun di ajak ke kamar mandi, entah apa yang akan dilakukannya. Selama perjalanan menuju kamar mandi, banyak orang yang menertawaiku. Banyak juga orang merasa kaget denganku. Mungkin karena aku sekarang berteman dengan Mutia. Namun, aku tak peduli akan hinaan yang akan menimpaku juga.

"Ini" Beri nya.
"Ini hijab dan bajumu". responku.
"Pakailah, saya tidak keberatan kau memakai hijab dan baju ini, bahagia saya melihat kau dengan hijab dan baju itu"
"Akan ku pakai"

Aku langsung masuk ke dalam, tak terduga terasa nyaman memakai pakaian ini. Saat ini aku harus siap manjadi bahan tawaan yang menimpaku. 
Sama seperti Mutia yang saat ini selalu menjadi bahan hinaa, cacian juga tawaan.

"Subhanallah, kau terlihat cantik dengan pakaian itu Liana"
"Terima kasih Liana, ajari saya untuk bisa menuju surganya Allah"
"Bismillahirrohmanirrohim (senyumnya)"


_________________________

Seketika aku terdiam, baru pertama kali aku melihatnya menangis. Ku lihat dia di Musholla kampus. Ku lihat dia mengadu ke sang pencipta. Ingin aku menemuinya, namun ku rasa akan ku biarkan dia menangis terlebih dahulu lalu ku hampiri dia nanti.

Aku menunggu cukup lama di mushollah itu, sekitar 1 setengah jam dia baru keluar.

"Assalamualaikum Mutia?"
"Waalaikum salam Liana (senyumnya)"

Dia selalu tersenyum, seakan-akan tak ada masalah yang menimpanya.

"Ada apa dengan kau?" Tanyaku.
"Tak apa Liana, saya hanya merasa tidak enak badan (senyum)"
"Kau sakitkah? Mari saya antar pulang"
"Tidak, saya tak apa"
"Lalu mengapa kau menangis?"
"Saya hanya merindukan ibu saya"
"Kau ingin kembali ke yogja kah? Jika iya, saya berkenan untuk mengantarkan kau"
"Tidak, saya ingin menjadi orang sukses dulu. Saya tak ingin membebani orangtua saya. Biarkan ibu dan bapak saya merawat adik-adik saya"

Seketika aku terdiam mendengar ucapannya. "Benar-benar bidadari surga" Ucap hatiku.
Baru pertama kali aku mendengar ucapan seperti itu di teman kampusku. Baru pertama kali juga aku melihat matanya merah dengan bibir yang tak kuasa menahan tangis. Langsung ku berikan pundakku untuk dia menangis.

"Sabarlah, Orangtua dan adik-adik kau selalu dilindungi Allah, janganlah khawatir Mutia janganlah kau menangis lagi" Nasehatku.

Usai dia menangis, aku dan Mutia pergi menuju perpustakaan. Aku bangga dengan dia, nilainya selalu tinggi bahkan dia yang menjadi bintang di sekolah. Dengan bidik misi yang dilaluinya 2 tahun lalu. 
Aku kagum dengannya, walaupun uang yang dia miliki tak seberapa masih sempatnya dia memberikan uang-uang itu kepada anak yatim piatu dan pengemis-pengemis. Tak jarang pula dia membelikan makan untuk pengemis-pengemis yang tua yang tak berdiri.

"Subhanallah, masih sempatnya kau memberikan mereka?"
"Jika bukan saya yang menolongnya, tak akan ada yang peduli dengan mereka. Mereka lebih membutuhkan dari pada saya (senyum)"

Sekali lagi aku terdiam mendengar jawabannya. 
Ketika aku membeli minuman, ku lihat Mutia pingsan dengan darah yang ada pada hidungnya. Sontak aku lari menuju dia.

"Mutia, bangunlah! bangunlah". Tangisku

Dengan menangis aku mencari bantuan, namun tak ada kendaraan yang berhenti sehingga anak-anak jalanan lah yang membawa Mutia menggunakan gerobak ke rumah sakit.

_____________________________________

Setelah 3 Jam di rumah sakit, aku menanyaan keadaannya.

"Bagaimana keadaan kau Mutia?"
"Saya baik-baik saja, Tak perlu kau khawatir Lian (senyumnya)"
"Kau membuat saya takut Mutia"
"Sudah, saya tak apa. mari kita kembali"
"Tapi kau?"
"Kau antarkah saya ke asrama jika kau ingin membantuku (godanya)"
"Kau ini, baiklah, mari saya antarkan"

Namun sebelum kita menaiki mobilku Mutia sempat memberi pesan kepadaku.
Baru kali ini, ku melihat keseriusan di wajahnya, entah mengapa? Dia seperti orang yang ikhlas saat itu.

"Liana?" Sapanya.
"Iya Mutia?"
"Jadilah orang baik, yang suka membantu antar sesama, jangan pernah memandang derajat. Sabarlah, tahan emosimu jika ada sesuatu yang membuat amarahmu ada dalam hatimu. Lindungilah orang-orang yang lemah, dan yang terpenting lakukan semuanya dengan keikhlasan"
"Kenapa kau berbicara seperti itu? Kau akan kemana? ha?"Candaku
"(senyum) Bolehkah saya meminta 1 permintaan kepada kau Liana?" Pintanya
"Boleh, pintalah"
"Jaga keluarga saya, lindungi mereka"
"Pasti Mutia, mereka juga keluarga saya saat ini"
"Terima kasih (senyumnya lagi)"

Kamipun telah sampai di Asrama Mutia, dia terliat fresh dan seperti tak sakit.Senang hatiku melihat dia. Kemudian aku pun kembali menuju rumahku.

____________

Usai mandi, dering telfonku berbunyi, ku lihat telfon itu dari Mutia.
Namun, setelah ku menjawab telfon itu ternyata yang ku dengar bukanlah suara Mutia, melainkan ibu ibu pengasuh disana.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun"

Terkejut aku mendengarkan suara itu, air mata seakan ingin menetes, bibir tak bisa berucap. Kaki tak bisa berjalan. 
Tak kuasa ku menahan tangis, aku pun pergi menuju asrama.
Selama diperjalanan aku tak pernah menyangka, apakah yang dia bicarakan tadi itu pesan-pesan terakhir buatku. Apakah permintaan dia tadi adalah permintaan terakhir buatku. 
Dia terlihat sehat tadi, mengapa kau meninggalkan ku Mutia?
Tangis, tangis, dan tangisku pecah ketika aku telah sampai didepan asrama. Ku lihat orangtua dan adik-adik mutia telah sampai disana. 

Didepan asrama ku mencium bau yang sangat harum, harum yang mengalahkan bunga melati.
Ku peluk ibu Mutia, dia menangis di pundakku. namun aku berushaa tegar, karena ku selalu ingat dengan pesan-pesan mutia, karena pesannya yang menjadikannku kuat.

"Bu, janganlah bersedih. Memang tak akan ada orang seperti mutia, tapi saya bersedia untuk bisa menjadi mutia ibu, meskipun jika dibandingka kami sangatlah berbeda"
"Kaulah mutiaku saat ini nak"

Ku hapus air matanya.
Tak terduga teman-teman kampus datang semua, ku lihat ada penyesalan dalam diri mereka. Mungkin mereka baru menyadari akan kebaikan, dan ketulusan dari seorang mutia.

Jenazah yang sudah dimandikan, ku lihat harum itu tetap melekat pada tubuhnya, wajahnya yang bersinar dan tersenyum membuat orang-orang disekitarku merasa kagum.
Dan yang tak ku sangka, ketika aku ikut mengantarkan jenazah Mutia, ku lihat didepan rumah mutia. banyak bidadari yang memakai baju putih-putih dengan wajahnya yang semua bersinar, ku lihat Mutiaa juga ada di sana, dia tersenyum melihatku. Namun aku tak tahu apa hanya aku yang melihatnya. Ku lihat Mutia tersenyum disana. Disitulah aku merasa lega dan akan ku ingat pesan-pesan yang ia sampaikan kepadaku. Benar-benar dialah bidadari surga itu :)

                                                             *END*

Saturday, 26 September 2015

Do'aku dan Do'amu




Cerpen Do'aku dan Do'amu
 karya : Nurani Puji Islami









Pagi terasa indah, Aroma bunga Melati nan harum, Burung bernyanyi dengan merdu. Suasana hati yang mendukung dengan keindahan pagi ini. Melangkahkan kaki menuju kebun bunga. Melihat bunga yang mekar membuat hati menjadi tak jenuh. Ingin daku memetik bunga itu namun sayang tak tega memisahan bunga dengan tangkainya.

                  "Terkadang kehidupan terasa indah, namun juga terkadang merasa pahit. Tak selalu hidup berjalan lurus, karena pasti ada tikungan, terkadang tikungan mudah, sedang bahkan sulit. Itulah kehidupan yang bisa digambarkan seperti jalan.
Terkadang kita berpikir bahwa hidup itu tidak susah, tapi hidup itu tidak susah kita sendirilah yang membuat hidup itu menjadi susah. Namun hidup itu bisa tidak terasa jika kita melewatinya dengan penuh keceriaan, tawakkal dan yang terpenting ikhlas. Karena dengan begitu kita bisa melewati kehidupan itu" Jakarta, 27 September 2015.

Itulah yang ku curahan dalam diary ku hari ini. Kintan Putri Novia iya itulah namaku. Usiaku saat ini genap 22 tahun. Diriku biasa dipanggil Kintan setatusku saat ini sebagai Mahasiswa di perguruan tinggi negeri. Psikolog program yang ku ambil.
Duniaku saat ini ku fokuskan untuk belajar, membangakan kedua orangtuaku. Terkadang susah mempertahankan nilai-nilaiku karena sedikit nilaiku turun itu sangat berpengaruh dengan beasiswa yang aku miliki di PTN ini.
Dengan hijab yang panjang ku tutupi auratku, dengan iman ku pelihara hatiku. Itulah bekal yang saat ini aku jalani di kehidupan ibu kota Indonesia ini. Terkadang aku selalu merindukan kedua orangtuaku yang saat ini berada di Bandung dengan do'a ku limpahkan segala kerinduan ku kepada orangtuaku.

Tak pernah ku ingin menyusahkan kedua orangtuaku, walau terkadang aku merasa kesusahan.
Tapi karena merekalah semangat belajarku selalu ada.

__________

Tak pernah ku merasakan apa itu cinta, apa itu sayang, apa itu kasih.
Yang ku tau, cinta sayang, dan kasihku hanyalah kepada Allah, Nabi dan Orangtua ku.
Mungkin, karena aku yang terlalu sibuk dengan urusan belajarku.
Namun, saat ini entah kenapa perasaanku mulai aneh, terkadang jantung berdegub kencang ketika aku bertemu dengannya.
Mahendra Putra Habibullah pria yang membuat jantung selalu berdegub kencang, yang membuat hati merasa tenang ketika belajar dengannya, yang membuat aku terasa nyaman saat kita menjalani kewajiban umat islam yaitu sholat berjama'ah.
Terkadang diriku berikir, apakah aku mencintainya? Entahlah. Bagaimana tidak dia pria yang lembut tutur katanya, sopan dengan sikapnya, sabar terhadap cobaan yang menimpanya, dan tampan rupanya. Banyak wanita yang mengaguminya termasuk diriku. Namun kurasa aku telah menyimpan rasa kepadanya.
Dulu aku berani bertemu dengannya namun saat ini aku menghindar darinya. Aku tak ingin dia mengetahui apa perasaanku sebenarnya terhadap dia.
Dihadapannya aku malu memandangnya. Namun dihadapan Allah aku terang-terangan meminta agar aku dijodohkan dengannya. Aku selalu menghindar setiap aku bertemu dengannya. Hingga pada suatu hari aku berpapasan dengan dia lalu dia..

"Assalamualaikum, Kintan (senyum)?" Sapanya.
"(Dengan hati yang berdegub kencang) Waalaikum salam Putra". Jawabku.
" Ada kesibukan hari ini?".
" Tidak ada".
"Bolekan saya mengerjakan tugas-tugas saya dengan Kintan, karena saya kurang mengerti dengan tugas yang diberikan dosen pagi tadi". Pintanya.
" (gugup) Bb-bbo-oleh".
" Kintan sakit?".
"Tidak, tidak apa Putra. Mari kita kerjakan".

Ku beri tahu maksud tugas sebenarnya, lagi-lagi aku merasa nyaman dengannya, tenang hati ini. Namun aku tak berani memandangnya.
Usai mengerjakan tugas-tugasnya aku langsung berpamitan pulang. Karena sebenarnya tadi aku merasa deg-degkan berada didekatnya.

"Assalamualaikum Putra?"
"Waalaikum salam Kintan"
"Sukses untuk kita yang akan menjalani sidang besok"
"(senyum)" Balasku.
Aku pun langsung pulang, sikap putra membuatku aneh. Hari ini dia sangat memperhatikanku. Ketika mengerjakan tugas tadi Putra bicara denganku kalau dia ingin sekali bersilaturahmi kerumahku. Maka dari itu usai aku sidang dan dirinya juga sidang aku akan mengajaknya ke rumahku walaupun aku sendiri sering deg-degkan ketika bersama dia.

______________

Teriknya matahari membuat siang ini sangat panas. Dengan jantung yang deg-degkan akan menjalani sidang. Lagi-lagi aku bertemu dengannya. dan dia berkata

"Kintan, yakinlah! Kintan pasti bisa"
"Iya Putra, Bismillahirrohmanirrohim"
"Semangat Kintan, Usai sidang nanti saya tunggu Kintan di Taman kampus ya"
"Iya Putra" Jawabku singkat yang langsung masuk ke kelas itu

Alhamdulillah..
Hari aku telah berhasil melaksanakan sidang-sidangku.
Seperti janjiku tadi, aku akan menemui Putra di Taman.

"Assalamualaikum Putra, maaf menunggu lama"
"Tidak apa Kintan"
"Ada aa puta (deg-degkan"
"Ada yang ingin Putra bicarakan kepada Kintan"
"Silahkan Putra"
"Kintan, Putra mencintai Kinta sejak awal kita jumpa. Namun Putra selalu diam sampai saat ini Putra berani mengungkapkan kepada Kintan. Tapi Kintan, Putra tidak mau berpacaran dengan Kintan karena Putra tau Berpacaran dilarang oleh agama kita. Putra mau Kintan nanti menjadi ibu dari anak-anak Putra, tunggulah Putra Kintan, Putra akan menjemput Kintan ketika Putra sudah bisa menjadi orang yang berhasil nanti, Putra akan langsung melamar dan mencari rumah Kintan di Bandung, Tunggulah untuk waktu yang mungkin lama"
"Terima kasih Putra, Kintan akan menunggu Putra sampai akhirnya kita akan menjadi pasangan yang halal"

Aku bahagia.. sangat bahagia..
Aku akan menunggunya, menunggunya sampai ia akan menjadi bapak dari anank-anaku nanti.

_________________________________________

25 Tahun, iya 25 Tahun sudah usiaku.
Saat ini aku bekerja di perusahaan swasta. Yang menempatkanu sebagai Manager utama, aku berhasil dengan belajarku selama ini.
Aku bangga bisa merubah perekonomian keluarga. Aku bahagia bisa membuat orangtuaku bahagia akan kesuksesanku ini.

Namun ada kesedihan yang mendalam dihatiku..
Dimana orang yang aku cintai tak kunjung datang menjemputnya 3 tahun sudah aku menunggunya, banyak pria-pria yang ku tolak untuk meminangku,
Terkadang aku berpikir, akankah penantian ini sia-sia?
Akankah Putra, Pria yang selama ini aku cintai masih selalu mengingatku? masih mencintaiku? Masih ingat akan janjinya kepadaku?

Takut.. iya takut terkadang aku merasa takut..
Namun aku bisa apa, hanya dengan berdoa, berdoa dan berdoa yang aku tekuni..

Merasa Jenuh dirumah, aku pergi ke taman. Dengan biasa aku melihat tanaman-tanaman yang indah disana. Hilang kesedihan hati melihat bunga-bunga yang bermekaran dan seperti tersenyum kepadaku. Sampai sore aku ditaman itu.. hingga sepi aku pun kembali ke rumah.
Sampai didepan rumah, kulihat ada mobil sedan sport berwarna putih berpakir di halaman rumahku. Aku pun masuk dan melihat...

"Assalamualaikum?"
"Waalaikum Salam Cinta" Jawabnya
"Putra.. (meneteskan air mata)"
"Putra menepati janji kepada Kintan, kini saatnya Putra meminta ijin untuk meminang Kintan"

Putra pun meminta ijin kepada kedua orangtua ku.

Hingga akhirnya kedua orangtua kita menyetujuinya. Sampai tanggal pernikahanpun ditentukan.
Sampai akhirnya kita pun resmi menjadi pasangan yang Halal.

"Taukah sayang? Aku menantimu, ku kira kau lupa akan janjimu kepadaku dulu, ku kira kau akan meninggalkanku"
"Tidak cinta, aku mengingatmu, aku selalu berdoa agar kau senantiasa menjaga cintamu hanya untukku, sampai akhirnya kita di ikatkan oleh ikatan yang halal bagi-Nya"


                                                                          *END*




Di sakiti pria maupun wanita ?

Assalamualaikum bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, adik-adik, dan manusia-manusia lainnya juga ;) Hewan juga engga papa kok, asalkan mereka bisa membaca aja *Wkwkwkwkwk*
Emm.. apa kabar guys? Pasti kalian semua tanya kenapa saya lama ga ngeposting *ge-er dikit kwkwk* Sebenernya mau ngeposting.. tapi kagak sempat-sempat buat nulis blog. Hehe..
Yah, buat yang mau tau kabar saya, kabar saya baik kok hihi.. *siapa juga yang tanya* Tapi yaudahlah kan sekedar memberi tau. Barang kali ada yang merindukan saya wwkwk..
Udah-udah ah bercanda aja..
Ok! Yyuk capcussss saja dengan tema blog hari ini..
-
-
-
-
-
-
-
Untuk postingan kali ini saya akan membahas dengan judul yang di atas. Yaitu "DI SAKITI PRIA MAUPUN WANITA?".




Dari kata-kata yang saya tulis ada yang mengerti tidak?
Yapp betul sakali..
Disakiti? Apa sih rasanya disakiti?
Kalau saya tanya seperti itu kepada remaja-remaja yang seusia saya, pasti mereka bertanya rasanya tuh sakit bangeutt.. perih, bikin nangis, ngelamun, gak enak makan, gak enak minum, yang inilah yang itulah dsb.
Kurang lebih sakit hati itu banyak yang membuat para remaja yang ada di Indonesia maupun tidak seperti itu. Namun kalian sadar gak sih, jika kalian seperti itu hanya akan membuang waktu saja? Membuat orangtua kita prihatin? membuat orang-orang yang sayang dengan kita prihatin?
-
-
-
-
-
-
-
Sudah terlihat jelas, jika kalian melakukan hal seperti itu pasti akan membuat orang-orang yang ada disekeliling kita sedih dan turut prihatin terutama dengan kesehatan kita. Kalian sadar gak sih jika kalian melakuka hal seperti itu hanya akan menyakiti diri sendiri?
Guys.. kalau saya disuruh menilah pasti saya sudah akan menganggap kalian bodoh! kenapa? karena hal seperti itu tidak ada gunanya buat kita. Apakah ada untungnya kalian seperti itu? yang ada ya rugi.

Menurut saya..
Seharusnya kalian bersyukur jika disakiti seperti itu.
Oke, wajarlah kalian sedih tapi ya cukup 1 hari saja, besok-besoknya jangan sedih lagi. Yang ada kalian harus bangkit, jangan terus menengok kebelakang atau FLASHBACK.
Kalian semua harus bersyukur karena Sang Pencipta telah memberi tahu kepada kita, mana pria yang baik, mana wanita yang baik. Seharusnya kalian bersyukur akan itu. Apakah dia cocok untuk kita? seharusnya kalian mikir kesana.
Kalian juga harus mikir jika kalian disakiti seperti itu kalian harus berfikir "Berarti dia kurang baik untuk saya", "Seharusnya saya bersyukur karena Sang Pencipta telah memberi tahu bahwa dia tidak pantas buat saya".


Jadi, buat wanita atau pria di Indonesia janganlah kalian terlalu bersedih karena kepahitan cinta. Kalian masih remaja masih banyak kesempatan untuk memilih yang terbaik dari yang baik. Masih banyak kesempatan untuk mencoba cinta-cinta dari orang yang berbeda. Kalian berhak melakukan itu sebelum kalian menikah.
Namun, janganlah menyakiti akan ketulusan seseorang kepada. Cobalah menghargai perasaannya dengan kita tetap berkomunikasi maupun yang lainnya. Dan satu hal guys.. Jangan menyakiti k=jika tak ingin disakiti karena karma itu akan terus berlaku pada orang yang suka menyakiti perasaan orang lain ;)

Pesan: "Bangkitlah, Jangan mau terus ditindas dengan kejahatan cinta".

Monday, 24 August 2015

"INDONESIA"

Assalamualaikum...
Postingan saya kali ini akan memperkenalkan kepada anda semua tentang negara kita yaitu Negara INDONESIA, ha? apa? Iyapp negara Indonesia ;)


O ya guys! Indonesia berada di antara Benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia juga merupakan Kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau. Dan Indonesia termasuk negara berkembang juga merupakan negara berpenduduk terbesar di Dunia.Ibu kota negara Indonesoa yaitu Jakarta. 
Di Indonesia terdapat 18.306 pulau. Dimana 7.870 mempunyai nama sedangkan 9.634 tak bernama.
Seperti data di bawah ini : 
    
Rekapitulasi jumlah pulau di Indonesia tahun 2004
No.ProvinsiJumlah pulauJumlah
BernamaBelum bernama
1.Aceh205458663
2.Sumatera Utara237182419
3.Sumatera Barat200191391
4.Riau7366139
5.Jambi16319
6.Sumatera Selatan431053
7.Bengkulu232447
8.Lampung86102188
9.Kepulauan Bangka Belitung311639950
10.Kepulauan Riau1.3501.0582.408
11.DKI Jakarta111107218
12.Jawa Barat19112131
13.Jawa Tengah47249296
14.DI Yogyakarta22123
15.Jawa Timur23255287
16.Banten4883131
17.Bali256085
18.Nusa Tenggara Barat461403864
19.Nusa Tenggara Timur4737191.192
20.Kalimantan Barat24693339
21.Kalimantan Tengah27532
22.Kalimantan Selatan164156320
23.Kalimantan Timur232138370
24.Kalimantan Utara
25.Sulawesi Utara310358668
26.Sulawesi Tengah139611750
27.Sulawesi Selatan190105295
28.Sulawesi Tenggara361290651
29.Sulawesi Barat
30.Gorontalo9640136
31.Maluku7416811.422
32.Maluku Utara1251.3491.474
33.Papua301297598
34.Papua Barat9569891.945
Total7.8709.63417.504
O ya guys.. Indonesia juga terkenal dengan pulau-pulaunya yang Indah. Bukan hanya pulau, Budaya, bahasanya sangat banyak.
Namun walaupun beda suku, bahasa, agama dan budaya Negara Indonesia itu tetap satu. Pertama kita akan membahas tentang Budaya di Indonesia.

1. BUDAYA



 Guys... sudah ada 6 budaya di Indonesia yang sudah di akui oleh UNESCO
yang diantaranya Wayang kulit, Tari Pendet, Keris, Tarian Reog Ponorogo, Batik, dan agu Rasa Sayange. Budaya di Indonesia terkenal unik loh guys... bukan hanya menarik tapi juga sangat menghibur. Sudah banyak budaya-budaya di Indonesia yang sudah ditonton oleh WNA atau Warga negara Asing. Contohnya seperti Upaca ngaben di Bali dll. Namun yang di akui oleh UNESCO iu hanyalah 6 tersebut. 

2. SUKU


Suku di Indonesia sangatlah banyak.. 
Dan berikut daftar nama suku di Indonesia yang saya copy dari www.arif-ips-sd.blogspot.com


A

B

D

E

F

G

I

J

K



 

L

M

N

O

P

R

S

T

U



4. BAHASA

Nah.. untuk yang sekarang saya akan membahas tentang bahasa-bahasa yang ada di Indonesia. Banyaknya bahasa di Indonesia itu sangat menarik. Bahasa-bahasa di Indonesia terdiri dari Bahasa jawa, sunda, madura dll. Di Indonesia bukan hanya ada bahasa yang saya sebutkan tadi. Tapi masih banyak bahasa. Bahkan diantara bahasa yang saya sebutkan tadi saya hanya mengerti bahasa jawa karena saya memang keturunan orang jawa wkwkwwkwk..
O ya guys.. disetiap daerah,beda provinsi itu bahasanya sudah beda-beda loh. seperti di Bali ada bahasa bali, di Palembang ada bahasa palembang.. pokoknya macam-macam deh. Maka dari itu Indonesia itu, selain unik juga kaya alam dan bahasa, suku juga sih hehehhe..

5. AGAMA

Nah sekarang Agamaa..
O ya guys.. di indonesia ada banyak agama yaitu Islam, Kristen katolik dan Protestan, Konghucu,Budha dan Hindu. Meskipun berbeda agama warga Indonesia tetap bertoleransi kok seperti sila ke 3 yaitu PERSATUAN INDONESIA, jadi walaupun berbeda agamanya, sukunya, bahasnya dan berbeda semua warga indonesia tetap bertoleransi kok..

Oh ya  guys.. sekian dulu yaa penjelasan tentang Indonesia, kurang lebihnya saya mohon maaf. 
Oh ya tingkatkan jiwa nasionalis dan patriot kita yah. Yuk lebih cintai negara kita ;)
Thanks buat kunjungannya :* ({})